Pilkada, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan perdebatan desain muka kepala kereta rel listrik (rolling stock) proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta merupakan persoalan selera. Desain MRT sempat dikomentari oleh pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono karena dianggap lebih mirip 'jangkrik'.

Sumarsono berencana mengubah desain tersebut. Menurut Sumarsono, perubahan desain itu nantinya akan lebih aerodinamis, sporty, dan modern. "Ya, itu kan soal selera saja. Kita 'kan enggak ikut campur. Itu keputusan board of director bulan april," kata Ahok di Hotel Santika, Jakarta Barat, Kamis, 19 Januari 2017.

Ahok menuturkan model tersebut bukan atas permintaan dirinya, melainkan perusahaan yang mencontoh MRT yang berada di Jepang. Jika desain harus diubah, kata Ahok, sudah tentu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeluarkan dana yang lebih besar.

"Direktur yang lama berpikiran, 'ngapain sih mau model-model lama yang canggih. Kalau bentuk aerodinamis, toh kita enggak ngebut di dalam kota kok," ujar Ahok.

Padahal, kata Ahok, perbedaan model tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kapasitas mesin pada MRT. Pemilihan model ala 'jangkrik' tersebut dinilai Ahok memakan biaya yang lebih sedikit dibanding dengan model aerodinamis. Ahok mengibaratkan sama seperti membeli mobil yang memiliki desain berbeda namun dengan kapasitas yang sama.

"Sama saja kok. Kamu mau beli Innova atau BMW. Ya, BMW lebih mahal, tapi fungsinya sama. Itu kan cuma model. Kayak Innova versi G sama versi V lah," tutur Ahok.

Sementara itu, Sumarsono mengatakan Pemprov DKI Jakarta masih harus berdiskusi lebih dulu dengan Nippon Sharyo LTD selaku pabrik rolling stock dan kontraktor Sumitomo Corporation. Aspek yang akan didiskusikan berkaitan dengan hal teknis.

LARISSA HUDA