Bisnis, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkirakan pembangunan Bendungan Tanju dan Mila di Nusa Tenggara Barat rampung lebih cepat. Keduanya ditargetkan rampung pada Desember 2018, namun Kementerian PUPR yakin bisa lebih cepat.
"Karena pembebasan tanahnya lebih cepat. Bendungan Tanju kami usahakan rampung konstruksinya Desember 2017 dan Bendungan Mila diharapkan pada April 2018," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 20 Januari 2017.
Imam menambahkan, setelah pekerjaan konstruksi selesai akan dilaksanakan pengisian air bendungan, yang memakan waktu 6-12 bulan. Dia menuturkan kalau lama waktu pekerjaan itu akan tergantung dari kondisi hujan di daerah tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan III Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT) I, Japarussidik, mengungkapkan awalnya pengadaan lahan Bendungan Tanju sempat terhambat. Dari kebutuhan 325 hektar lahan, terdapat 55 hektar lahan yang menjadi sengketa, terkait dengan status lahan, apakah berada di dalam kawasan hutan lindung atau tidak.
Namun lahan tersebut ternyata berada di luar kawasan hutan. Akibatnya dilakukan proses penghitungan ulang pembayaran oleh BWS Nusa Tenggara I bersama dengan pemerintah Kabupaten Dompu, NTB, kepada masyarakat pemilik lahan.
Menurut Japarussidik, dari 55 hektar yang dimaksud, pembayaran sebesar Rp 3,7 miliar atau 60 persen di November 2016 sudah dilakukan. "Sisanya akan dilakukan pembayaran melalui anggaran 2017," tutur Japarussidik.
Japarussidik mengungkapkan saat ini pekerjaan Bendungan Tanju memasuki tahap konstruksi spillway dan juga ada pembangunan struktur konduit. Lalu untuk bendungan utama ditargetkan dapat mulai dilakukan pembangunan pada akhir Februari ini.
Bendungan Tanju dan Mila merupakan bagian pengembangan sistem irigasi komplek yang termasuk jaringan irigasi antar Daerah Aliran Sungai Rababaka, Tanju, dan Mila. Sungai Rababaka saat ini hanya mampu mengairi daerah irigasi seluas 1.689 hektar, sedangkan potensi air yang dimiliki sungai tersebut sangat besar.
Perkembangan pembangunan Bendungan Tanju mencapai 18,5 persen dan Bendungan Mila 30,45 persen. Bendungan Tanju memiliki volume tampungan sebesar 18,27 juta meter kubik dan Bendungan Mila memiliki volume tampungan air sebesar 6,57 juta meter kubik.
Kedua bendungan itu akan menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 3.939 hektar, menyuplai air baku sebesar 0,05 meter kubik per detik, dan pembangkit listrik sebesar 0,5 megawatt.
DIKO OKTARA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar