Bisnis, Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, mengatakan inflasi 2016 secara keseluruhan adalah 3,02 persen year to year. Kondisi ini dianggap masih terkendali karena berada di batas bawah kisaran sasaran inflasi 4 plus minus 1 persen.
"Inflasi rendah tersebut didukung inflasi inti yang rendah dan administered prices yang minimal, di tengah inflasi volatile food yang masih meningkat," kata Tirta Segara di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Januari 2017.
Baca: : JP Morgan Ubah Peringkat Indonesia, DPR: Akhirnya Sadar
Diketahui inflasi indeks harga konsumen di Desember 2016 tercatat sebesar 0,42 persen secara month to month. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,47 persen secara month to month.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo mengatakan inflasi pada Desember rendah karena tertahan harga beberapa komoditas yang mulai menurun. "Normalnya pada Desember mendekati 1 persen. Namun kali ini cenderung di bawah normal," tutur Sasmito kepada Tempo, Senin, 2 Januari 2017.
Menurut Sasmito, meski harga sejumlah bahan pangan meningkat, seperti cabai rawit merah yang harganya naik tajam hingga Rp 100 ribu per kilogram, harga komoditas substitusinya relatif lebih murah. Dia menyebutkan harga cabai merah dan hijau mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Simak: Produksi Ikan Tangkap Turun Hingga 50 Persen
Selain itu, harga makanan pokok, seperti beras, menurun pada pekan terakhir dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harga tertinggi beras jenis IR 64 di Jakarta mencapai Rp 16 ribu per kilogram, sementara harga rata-rata beras Rp 11.210 per kilogram. "Harga gula pasir dan tepung terigu juga berangsur turun," ujar Sasmito.
DIKO OKTARA
Kamis, 19 Januari 2017
Inflasi Tahun Lalu 3,02 Persen, BI: Masih Terkendali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar