Minggu, 29 Januari 2017

TPDI Desak Hakim Bebaskan Ahok, Ini Alasannya

Nasional, Jakarta - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) meminta hakim perkara penistaan agama dengan tersangka calon gubernur DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membatalkan surat dakwaan dan tuntutan jaksa, serta membebaskan Ahok. Koordinator TPDI, Petrus Selestinus menuturkan proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan yang dilakukan telah membuka tabir adanya koneksi antara tekanan aksi massa Front Pembela Islam (FPI) dan kerja penyelidik, penyidik Polri, dan Jaksa Penuntut Umum.

Menurut Petrus, berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Polri dan surat dakwaan Jaksa telah dibuat dalam tekanan massa. “Massa mendesak dan mengintimidasi penyidik agar segera menjadikan Ahok tersangka, menahan dan melimpahkan penuntutannya secepat mungkin ke pengadilan,” kata Petrus, dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 29 Januari 2017.

Baca:
Hadiri Acara PPP, Ahok: Pejabat Publik Harus Santun
Ini Saksi Pelapor yang Dilaporkan Balik Ahok 

Menurut dia, tekanan aksi massa yang dilakukan FPI ketika Ahok diperiksa sebagai saksi dan tersangka atau ketika menghadapi proses hukum atas dugaan penistaan agama di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat. Perlakuan berbeda, kata Petrus, terjadi pada sikap aksi massa FPI ketika Rizieq Shihab dan Sylviana Murni diperiksa dalam kasus lain di Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.

Baca juga:
Sidang Ahok, Saksi dari FPI Dituding Terafiliasi Cagub

Petrus menjelaskan dalam kasus penistaan agama yang disangkakan kepada Ahok, FPI dengan kekuatan massa besar mendesak Polri dan kejaksaan agar mempercepat proses hukum terhadap Ahok. FPI menuntut Polri untuk menghentikan proses hukum dan akan menuntut balik pihak yang melapor. Penanganan yang berbeda juga muncul kata Petrus dalam dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Faus, oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni.

“Penyidik justru menerapkan pola berbeda dan sangat humanis, karena nyaris tanpa tekanan aksi massa dan tahapan proses hukum yang dilalui secara berjenjang.” Padahal, menurut Petrus, dalam setiap kasus pidana, penyelidik dan penyidik Polri selalu bekerja dengan tetap mengacu kepada hukum yang sama, meskipun dalam kondisi dikepung kepentingan pihak-pihak tertentu.

GHOIDA RAHMAH

Kulit Remaja India Ini Mengelupas Setiap 45 Hari Mirip Ular

Dunia, London-Shalini Yadav, 16 tahun, terpaksa dikeluarkan dari sekolahnya. Di sekitar rumahnya, ia juga menjadi bahan pembicaraan tak sedap. Shalini menderita penyakit kulit yang amat jarang ditemukan. Kulit tubuhnya setiap 45 hari mengelupas mirip seperti ular.

Kulit di sekujur tubuhnya termasuk wajah dan kulit kepalanya mengelembung lalu mengelupas. Menurut dokter, remaja yang tinggal di satu tempat di India ini menderita penyakit Erythroderma, penyakit peradangan kulit yang juga dikenal sebagai "red man syndrome". Penyakit seperti ini, tidak bisa disembuhkan.

Menurut ibunya, Devkunwar, setiap hari Shalini berendam di air setiap jam dan mengolesi seluruh tubuhnya dengan pelembab setiap tiga jam sekali untuk mencegah kulitnya mengering atau mengeras.

"Shalini menderita penyakit ini sejak masa kecilnya. Kami sudah menemui sejumlah dokter namun tak satupun bisa mengobatinya dan kondisinya semakin memburuk," kata Devkunwar seperti dikutip dari Mirro.co.uk, 28 Januari 2017.

Ia putus asa ketika melihat kulit anaknya mengelupas dan menimbulkan rasa sakit bagi Shalini.

"Penyakit ini tidak membunuhnya, namun mencabut nyawanya sedikit demi sedikit. Kami tidak tahu kemana pergi dan kepada siap berkonsultasi," ujar Devkunwar.

Hidup dalam kemiskinan membuat orang tua Shalini kesulitan membiayai perawatan putrinya itu. Belum lagi membiayai hidup delapan anggota keluarga termasuk kakek dan neneknya.

Ayah Shalini, Rajbahadur, pekerja harian lepas tak tahu harus bagaimana cara menyembuhkan penyakit anaknya. "Sungguh sangat menyedihkan karena dia lahir tidak normal dan kulit di seluruh badannya bersisik," ujarnya.

Shalini memiliki dua saudara kandung, namun keduanya tidak menderita penyakit ini.

Shalini malang tetap merindukan sekolahnya dalam kondisi seperti itu dan berharap pertolongan.
 
"Saya ingin belajar namun mereka melempar saya keluar dari sekolah karena anak-anak ketakutan dengan melihat wajah saya. Setiap orang di keluarga saya menderita karena kondisi medis saya," kata Shalini merindukan sekolahnya.

"Tapi apa salah saya? Apa dosa saya sehingga saya dikutuk dengan penyakit seperti ini. Saya mau hidup. Tolong bantu saya, jika anda mampu," ujar remaja ini.  
 
Penyakit seperti ini juga ditemukan di Indonesia pada seorang anak bernama Ari Wibowo kelahiran tahun 1997. Menurut dokter spesialis RSUD Tangerang, Banten,  penyakit ini bawaan lahir dan tidak dapat disembuhkan. Namun penyakit ini tidak menular.

Agar kulitnya tak mengeras, setiap hari tubuhnya diolesi salep. Biaya salep mencapai Rp 2 juta per bulan. Ini sungguh berat bagi orang tua Ari.

MIRROR | DAILY MAIL | MARIA RITA

Panitia Oscar Bicara Soal Kebijakan Trump Larang Muslim

Seleb, Jakarta - Jakarta (ANTARA News) - Menanggapi laporan bahwa sutradara asal Iran Asghar Farhadi terancam tidak dapat menghadiri Academy Awards ke-89, di mana film karyanya The Salesman dinominasikan sebagai film berbahasa asing terbaik, dikarenakan kebijakan Trump terhadap muslim, penyelenggara Oscar mengatakan bahwa hal itu "sangat meresahkan."

"Academy Awards merayakan prestasi dalam seni pembuatan film, yang berusaha untuk melampaui batas-batas dan berbicara kepada penonton di seluruh dunia, tanpa memandang perbedaan bangsa, etnis dan agama," tulis juru bicara Motion Picture Academy dalam keterangan tertulis, seperti dilansir The Hollywood Reporter. 

"Sebagai pendukung insan perfilman -- dan hak manusia -- di seluruh dunia, kami merasa hal itu sangat meresahkan bahwa Asghar Farhadi, sutradara pemenang Oscar dari Iran. bersama para pemain dan kru untuk film nominasi Oscar tahun ini The Salesman, dilarang memasuki negara ini karena agama atau negara asal mereka," kata Motion Picture Academy.

The Salesman, yang menceritakan tentang hubungan pasang surut pasangan kekasih, menghasilkan Shahab Hosseini sebagai aktor terbaik dalam Festval Film Cannes, di mana Farhadi juga memenangkan skenario terbaik. Sementara itu, aktris Iran Taraneh Alidoosti yang membintangi "The Salesman", baru-baru ini menyatakan dalam akun Twitter-nya bahwa dia tidak akan menghadiri Oscar sebagai protes dari kebijakan Trump tersebut. *

ANTARA

Bos Apple dan Google Kecewa Kebijakan Imigrasi Donald Trump

Tekno, Jakarta -Google, Apple, dan perusahaan teknologi lainnya menyatakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump yang melarang warga dari tujuh negara mayoritas muslim memasuki AS.

Industri teknologi AS bergantung kepada insinyur asing dan ahli teknik lainnya yang tercemin dalam persentase tenaga kerja yang cukup besar. 


"Saya ikut prihatin" terhadap kebijakan Trump tentang imigrasi, CEO Apple Tim Cook menulis memo kepada para karyawan yang diperoleh Associated Press. "Ini bukan kebijakan yang kami dukung."


"Kami telah menghubungi Gedung Putih untuk menjelaskan efek negatif pada rekan kerja kami dan perusahaan kami," lanjut Cook.


Cook tidak mengatakan berapa banyak karyawan Apple yang secara langsung terpengaruh oleh kebijakan tersebut, namun dia mengatakan tim SDM, legal dan keamanan perushaan tersebut mendukung karyawan Apple.


"Apple tidak akan ada tanpa imigrasi, apalagi berkembang dan berinovasi seperti yang kami lakukan," tulis Cook -- yang tampaknya mengacu pada pendiri Apple Steve Jobs, yang merupakan seorang putra dari imigran Suriah.


CEO Netflix Reed Hastings dalam laman Facebook-nya, mengatakan "Tindakan Trump tersebut melukai karyawan Netflix di seluruh dunia, dan juga orang bukan asli Amerika, itu menyakitkan kita semua."


"Lebih buruk lagi, tindakan ini akan membuat Amerika lebih tidak aman (melalui kebencian dan hilangnya sekutu). Ini adalah waktu untuk bersama-sama melindungi nilai-nilai Amerika tentang kebebasan dan kesempatan," sambung Hastings.


Pendiri Facebook juga mengungkapkan hal senada.


Sementara itu, Google mengimbau karyawannya dari negara-negara tersebut untuk membatalkan rencana perjalanan apapun di luar AS dan berkonsultasi dengan tim SDM jika saat ini mereka tidak berada di AS.


CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa setidaknya ada 187 karyawan Google yang dapat terpengaruh oleh kebijakan Trump tersebut. Namun, tidak jelas berapa banyak dari jumlah karyawan tersebut yang saat ini sedang berpergian di luar AS.


"Kami selalu membuat pandangan kami terhadap imigrasi diketahui publik dan akan terus melakukannya," kata Pichai, demikian Billboard.


ANTARA

Hamster Prancis Jadi Kanibal karena Budidaya Jagung

Tekno, Paris -Diet jagung telah mengubah hamster liar di timur laut Prancis menjadi kanibal yang memakan keturunan mereka, demikian laporan para peneliti yang khawatir."Jelas terdapat ketidakseimbangan," ujar Gerard Baumgart, Presiden Pusat Riset untuk Perlindungan Lingkungan Alsace, dan seorang ahli hamster Eropa, kepada AFP Jumat silam."Habitat hamster kami runtuh."

Lebih umum dibanding wilayah timur, satwa dengan nama ilmiah Cricetus cricetus (Eurasian hamster) ini terancam punah di Eopa Barat. Penemuan yang dimuat dalam Jurnal British Royal Society Proceedings B, menuding monokultur (budidaya satu jenis tanaman di daerah tertentu) skala industri sebagai tertuduh utama.

Di masa lalu, hamster Eropa mengkonsumsi berbagai biji bijian, akar dan serangga. Sekarang hewan pengerat mirip tikus ini hidup dalam kondisi semi steril dan dikepung industri masif yang menumbuhkan jagung dan memproduksi tepung jagung.

Dari sejumlah temuan oleh peneliti, diet monoton menyebabkan hamster di Prancis kelaparan dan kekurangan sejumlah vitamin, khususnya vitamin B3 atau niacin.Para peneliti yang dipimpin oleh Mathilde Tissier dari Universitas Strasbourg mengajukan pertanyaan apakah pola makan hamster mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan reproduksi di alam liar.

Riset lebih awal telah melihat dampak pestisida dan pembajakan mekanis, yang dapat menghancurkan rumah bawah tanah, terutama selama hibernasi di musim dingin.Tapi kemungkinan apakah hal ini terkait dengan apa yang mereka makan masih belum terungkap.

AFP | HOTMA SIREGAR

Baca Juga:
Donald Trump Larang Muslim ke AS, Gubernur New York Melawan 
Urai Kemacetan, Jalan Tembus Semanggi Segera Dibangun

Presiden Joko Widodo Menonton Film Security Ugal-Ugalan

Seleb, Jakarta - Presiden Joko Widodo menonton film berjudul Security Ugal-Ugalan bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putrinya Kahiyang Ayu di Bioskop Solo Square XXI Kota Surakarta, Sabtu malam, 28 Januari 2017. Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke Bioskop Solo Square XXI sekitar pukul 21.00 WIB untuk menonton film bersama keluarganya.

Sebelumnya, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sang putri Kahiyang Ayu telah tiba terlebih dahulu di Bioskop Solo Square XXI yang terletak di lantai atas mall tersebut. Presiden yang tiba di tempat itu setelah menghadiri acara pesta pernikahan kenalannya di Solo menyempatkan diri untuk membeli baju baru di toko pakaian "Ada Fashion" yang berada di lantai 2 mall tersebut.

Selepas membeli baju, Presiden langsung mengganti batiknya dengan baju yang baru dibelinya seharga Rp179.000 tersebut. Pengunjung mall yang semula tidak menyangka dan tidak menyadari kehadiran Presiden terkejut dan banyak dari mereka yang kemudian antusias berebut untuk mendekat dan mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya.

Presiden menghabiskan akhir pekannya di Solo dengan menonton film bergenre komedi tersebut, sebelum pada Senin (30/1) melanjutkan kunjungan kerjanya ke Boyolali dan sekitarnya. Sebelumnya, pada akhir pekan beberapa waktu lalu di Bogor, Presiden Joko Widodo juga sempat mengajak keluarganya untuk menonton film berjudul Cek Toko Sebelah.

Film Security Ugal-Ugalan dibintangi oleh legenda hidup komedi Indonesia Indro Warkop. Film ini disutradarai oleh Irham Acho Bachtiar dan bercerita tentang persaingan pekerjaan sekaligus percintaan di sebuah perusahaan jasa keamanan yang dipimpin oleh Komandan Indro (diperankan oleh Indro Warkop), Megapolitan Security.

Jalan ceritanya yang kocak, mengocok perut penonton, bahkan Presiden dan Ibu Negara tampak serius dan tampak beberapa kali tertawa saat menonton film berdurasi 1 jam 43 menit tersebut. *

ANTARA

Depok Kesulitan Capai Target Buka 43 E-Warong

Metro, Depok - Pemerintah kota Depok kesulitan membuka elektronik warung gotong royong kelompok usaha bersama (E-Warong KUBE). Sejak awal Januari 2017, pemerintah baru bisa membuka satu dari 43 E-Warong di 11 kecamatan.

"Sulit menemukan lokasi sesesuai kriteria untuk pembukaan E-Warong di Depok," kata Kepala Dinas Sosial Kota Depok Kania Parwanti, Ahad, 29 Januari 2017. E-Warong yang sudah beroperasi di Depok berada di kawasan Cikumpa, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. "Belum bisa dipastikan kapan targetnya terealiasi."

Peluncuran E-Warong KUBE merupakan tindak lanjut dari komitmen Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan melalui sinergi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program KUBE. Orang yang bisa bertransaksi di E-Warong adalah mereka yang tercatat sebagai pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Kartu tersebut bisa digunakan untuk bertransaksi di E-Warong atau di agen-agen bank Himbara yang meliputi program bantuan bersubsidi. Saat ini total agen bank yang sudah ada di Depok, mencapai lebih dari 150 agen Bank BNI.

Penerima KKS merupakan mereka yang tercatat di PKH dan beras sejahtera (Rastra). Pada tahun 2016, Kota Depok tercatat ada 41.103 keluarga penerima manfaat subsidi Rastra dan 11.421 keluarga penerima manfaat PKH.

Penerima manfaat Rastra akan diberikan bantuan Rp 110 ribu per bulan, sebagai program pengganti beras miskin. Namun, bantuan tersebut akan ditransfer sebanyak empat kali dalam setahun. "Bantuan ini, bisa dibelanjakan di E-Warong maupun agen-agen bank Himbara," ujarnya.

Kania menjelaskan, besaran dana penerima PKH tidak sama. PKH merupakan bantuan yang tujuannya pemberdayaan. Musababnya, bantuan PKH diberikan perkomponen, di antaranya balita, ibu hamil, lansia dan anak yang sekolah.

Untuk pelajar SMA mendapatkan Rp 1 juta, SMP Rp 750 ribu dan SD Rp 400 ribu setahun. Balita mendapatkan Rp1,2 juta, ibu hamil Rp1,2 juta dan bantuan tetap penerima Rp500 ribu setahun. "Satu keluarga hanya tiga komponen atau tiga anaknya yang diakomodasi, yang dapat menerima bantuan," ujar Kania.

Sejauh ini pemerintah kota sedang mengkoordinasikan pembukaan E-Warong di Kecamatan Cipayung dan Tapos. Namun, belum ada kriteria masyarakat peserta program keluarga harapan bersedia dan memungkinkan rumahnya menjadi lokasi E-Warong.

Soalnya, pemerintah mempunyai dua kendala eksternal dalam membuka E-Warong, yakni kebersediaan pemilik rumah dan bantuan dari Kemensosnya. "E-Warong kan tujuannya untuk memberdayakan masyarakat," ujarnya.

Selama E-Warong belum tersedia di seluruh wilayah Depok, warga pemilik KKS bisa melakukan transaksi atau berbelanja kebutuhan pokok di agen-agen BNI yang sudah tersedia. Menurutnya, belum terbangunnya E-Warong tidak menghalangi proses penyaluran bantuan. "Hanya target pemberdayaan masyarakat miskin yang belum tercapai. Sebab E-Warong sasarannya pemberdayaan masyarakat miskin," tuturnya.

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan jumlah penduduk miskin di Depok mencapai 150 ribu jiwa atau 8 persen jumlah penduduk 2 juta jiwa. Jumlah tersebut naik 0,5 persen. "Tahun sebelumnya hanya 7,5 persen," katanya.

Idris menuturkan jumlah warga miskin di Depok meningkat karena jumlah warga yang migrasi ke kota ini, terus bertambah, dan tidak terkontrol. Sehingga menimbulkan jumlah pengangguran yang terus meningkat.

Dengan adanya program E-Warong KUBE diharapkan mampu membantu mengurangi warga miskin di Depok. Bahkan, dengan adanya program Rasta bisa membantu dan mensejahterakan rakyat.

Pemerintah daerah, kata Idris, memberikan Rp 800 ribu per tahun, untuk penerima PKH di Depok. Sedangkan, pemerintah pusat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional mengucurkan bantuan Rp 2,5 juta per orang per tahun.

IMAM HAMDI