Dunia, Washington—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Israel untuk menghentikan rencana pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina yang baru saja diumumkan.
Desakan mengejutkan bagi Israel ini disampaikan oleh Gedung Putih seperti dikutip NBC News, Jumat 3 Februari 2017.
Baca: Kebakaran di Israel Berakhir, 120 Orang Cedera, 23 Ditangkap
“Meski pemukiman Yahudi bukan halangan untuk perdamaian Israel-Palestina, tetapi rencana pembangunan pemukiman baru di luar wilayah Israel tidak akan membantu proses damai,” demikian pernyataan Gedung Putih pada Kamis malam waktu setempat.
Pernyataan ini menanggapi pengumuman rencana pembangunan 3.000 pemukiman baru oleh Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu.
Pembangunan di wilayah pendudukan Palestina ini merupakan rencana pertama setelah dua dekade terakhir.
Sebelumnya, harian The Jerusalem Post melaporkan pemerintahan Presiden Trump mengirim pesan keluhan kepada Netanyahu terkait pengumuman ini.
Namun NBC News belum dapat mengkonfirmasi apakah Gedung Putih mengirimkan keluhan itu kepada Israel.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional menegaskan pemukiman Yahudi yang menampung 600 ribu orang di wilayah Palestina sebagai pelanggaran hukum internasional.
Sejumlah pengamat menduga pengumuman pembangunan pemukiman baru karena Netanyahu menilai pemerintahan Trump bakal mendukung apa pun langkah Israel terhadap Palestina.
Trump dan Netanyahu telah berbicara melalui telepon pada bulan lalu. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya sepakat untuk menerima kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih pada 15 Februari mendatang.
Desakan Amerika berselang dua hari setelah unjuk rasa pemukim ilegal di Tepi Barat bentrok dengan polisi Israel.
Aparat keamanan mengusir 330 warga Israel yang menghuni wilayah Palestina secara liar di Amona, dekat Ramallah, atas perintah Mahkamah Agung.
NBC NEWS | NPR | THE JERUSALEM POST | SITA PLANASARI AQUADINI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar